Sains & Energi • 5 Menit Baca • 13 September 2026 pukul 09.49 WIB

Dekarbonisasi Smelter Nikel: Implementasi Captive Solar & Gas Alam untuk Memenuhi Sertifikasi Pasokan Baterai Eropa

Kirana Larasati, M.Sc.
Kirana Larasati, M.Sc. Terverifikasi Redaksi

Energy Transition & ESG Specialist

Bagikan Berita:
Dekarbonisasi Smelter Nikel: Implementasi Captive Solar & Gas Alam untuk Memenuhi Sertifikasi Pasokan Baterai Eropa
Dokumentasi Data / Visual Jurnalisme WartaSumatera Foto: Dokumentasi Riset & Arsip Nasional

Tuntutan keberlanjutan dari rantai pasok kendaraan listrik dunia mendorong revolusi energi di kawasan industri nikel Sulawesi dan Maluku Utara. Tanpa penurunan intensitas emisi per ton nikel murni, produk turunan Indonesia berisiko terkena penalti tarif batas karbon (CBAM).

Strategi Akselerasi Hijau

  • Pembangunan PLTS Terapung & Ground-Mounted: Dua konsorsium besar telah memulai konstruksi pembangkit surya berkapasitas total 450 MWp di Morowali dan Konawe.
  • Pemanfaatan Gasifikasi Ramah Lingkungan: Kemitraan dengan PGN untuk pasokan pipa dan isotank LNG sebagai bahan bakar burner kalsinasi menggantikan batubara termal.
  • Kredensial ESG: Audit pihak ketiga terhadap pengelolaan limbah dry stacking tailing kini menjadi syarat mutlak perbankan sindikasi internasional dalam menyalurkan pembiayaan hijau (green loan).
📢 Bantu Sebarkan Informasi Ini

Suka ulasan jurnalisme data ini? Bagikan kepada rekan dan masyarakat

Satu klik untuk membagikan fakta terverifikasi dan analisis kebijakan publik langsung ke grup WhatsApp Anda.

Kirim ke WhatsApp
Kirana Larasati, M.Sc.

Ditulis oleh Kirana Larasati, M.Sc.

Peneliti dekarbonisasi rantai pasok nikel dan implementasi bursa karbon Indonesia.

Pertanyaan redaksi atau sanggahan data: [email protected]
0% Selesai • Dekarbonisasi Smelter Nikel: Implementasi Captive Solar & Gas Alam untuk Memenuhi Sertifikasi Pasokan Baterai Eropa
Notifikasi