Kebijakan Publik • 3 Menit Baca • 13 September 2026 pukul 05.49 WIB

Efisiensi Logistik Maritim 2026: Digitalisasi Pelabuhan Utama Memangkas Dwelling Time Menjadi 2,1 Hari

Dr. Adrian Wicaksono
Dr. Adrian Wicaksono Terverifikasi Redaksi

Chief Macro Analyst & Senior Fellow

Bagikan Berita:
Efisiensi Logistik Maritim 2026: Digitalisasi Pelabuhan Utama Memangkas Dwelling Time Menjadi 2,1 Hari
Dokumentasi Data / Visual Jurnalisme WartaSumatera Foto: Dokumentasi Riset & Arsip Nasional

Salah satu penghambat terbesar daya saing ekspor Indonesia—tingginya ongkos logistik domestik—mulai menunjukkan perbaikan terukur. Digitalisasi menyeluruh pada sistem operasi pelabuhan peti kemas berhasil memangkas dwelling time rata-rata dari 3,6 hari menjadi 2,1 hari pada semester pertama 2026.

Integrasi dokumen kepabeanan berbasis API langsung ke sistem ERP importir dan eksportir mengurangi waktu clearance hingga 45%. Bagi dunia usaha, percepatan waktu perputaran kontainer ini secara langsung menekan biaya demurrage dan mempercepat siklus konversi kas perusahaan manufaktur.

📢 Bantu Sebarkan Informasi Ini

Suka ulasan jurnalisme data ini? Bagikan kepada rekan dan masyarakat

Satu klik untuk membagikan fakta terverifikasi dan analisis kebijakan publik langsung ke grup WhatsApp Anda.

Kirim ke WhatsApp
Dr. Adrian Wicaksono

Ditulis oleh Dr. Adrian Wicaksono

Mantan penasihat kebijakan fiskal dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di riset makroekonomi regional.

Pertanyaan redaksi atau sanggahan data: [email protected]
0% Selesai • Efisiensi Logistik Maritim 2026: Digitalisasi Pelabuhan Utama Memangkas Dwelling Time Menjadi 2,1 Hari
Notifikasi